ASKEB KEGAWATDARURATAN
HIPOTERMI PADA BAYI
OLEH
MARDIATUL UMMI
KELAS : II C
NIM : B 2013018
POLITEKNIK
KESEHATAN PROVINSI BENGKULU
JURUSAN
KEBIDANAN
TAHUN AJARAN
2015
KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan
puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Atas Rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Kegawatdaruratan. Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas yang
diberikan dengan judul Hipotermi pada bayi. Penulis mengucapkan banyak
terimakasih kepada partisipasi yang membantu dalam hal apapun dan mohon maaf
apabila banyak kekurangan didalam penyelesaian makalah ini, kritik dan saran
para pembaca sangat berarti bagi penulis dalam pembuatan makalah-makalah
ataupun tugas-tugas lainnya.
Bengkulu, 24 April 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu
tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah
terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui
aktifitas metabolismenya.Perubahan kondisi terjadi pada neonatus yang baru
lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir
maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan
suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin
kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya.
Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding
suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah
mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju
hipotalamus.
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu
lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada
pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab
itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk
mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu
rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat
berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya.
Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada
ketiga unsur tersebut.
Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan
berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju
kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi, konduksi, konveksi atau
evaporasi.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin
kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya.
Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding
suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah
mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju
hipotalamus
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu
lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada
pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab
itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk
mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu
rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat
berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya.
Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada
ketiga unsur tersebut. Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan
lingkungan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh
disalurkan menuju kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi,
konduksi, konveksi atau evaporasi.
B.
Rumusan Masalah
Adapun masalah yang termuat dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Menjelaskan apa yang dimaksud dengan hipotermi
2.
Menjelaskan apa penyebab terjadinya hipotermi
3.
Menjelaskan apa saja gejala-gejala hipotermi
4.
Menhelaskan bagaimana mekanisme terjadinya hipotermi
5.
Menjelaskan jenis-jenis hipotermi
6.
Menjelaskan cara pencegahan dan pengobatan hipotermi
7.
Mengetahui patofisiologi hipotermi.
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang termuat dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut :
- Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan hipotermi
- Untuk mengetahui penyebab terjadinya hipotermi
- Untuk mengetahui gejala-gejala hipotermi
- Untuk mengetahui mekanisme terjadinya hipotermi
- Untuk mengetahui jenis-jenis hipotermi
- Untuk mengetahui pencegahan dan pengobatan hipotermi
- Untuk mengetahui patofisiologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Konsep Dasar Hipotermia
Definisi Hipotermia Terlalu
lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan
mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis.
Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah
panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan
dalam dan organ tubuh.
Beberapa definisi hipotermia dari beberapa sumber :
a.
Menurut
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo (2001),bayi hipotermia adalah bayi
dengan suhu badan dibawah normal.adapun suhu normal pada neonatus
adalah 36,5o-37,5oC. Gejala awal pada
hipotermi apabila suhu <36o C atau kedua kaki dan
tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka
bayi sudah mengalami hipotermia sedang (suhu 320-36o C).
Disebut hipotermia berat bila suhu <32o C diperlukan
termometer ukuran rendah yang dapat mengukur sampai 25o C.
b.
Menurut
Indarso F(2001), disamping
sebagai suatu gejala,hipotermia merupakan awal penyakit yang berakhir dengan
kematian.
c.
Menurut
Sandra M.T (1997),hipotermi yaitu suatu kondisi dimana suhu tubuh inti turun
sampai dibawah 35o C.
B. Klasifikasi Hipotermia
a.
Hipotermi
spintas.
Yaitu penurunan suhu tubuh1-2◦c sesudah lahir. Suhu tubuh akan menjadi
normal kembali setelah bayi berumur 4-8 jam, bila suhu ruang di atur
sebaik-baiknya. Hipotermi sepintas ini terdapat pada bayi dengan BBLR,
hipoksia, resusitasi lama, ruangan tempat bersalin yang dingin, bila bayi
segera di bungkus setelah lahir terlalucepat di mandikan (kurang dari 4 -6 jam sesudah lahir).
b.
Hipotermi
akut.
Terjadi bila bayi berada di lingkungan yang dingin selama 6-12 jam,
terdapat pada bayi dengan BBLR, diruang tempat bersalin yang dingin, incubator
yang cukup panas. Terapinya adalah: segeralah masukan bayi segera kedalam
inkubataor yang suhunya sudah menurut kebutuhan bayi dan dalam kaadaan
telanjang supaya dapat di awasi secara teliti. Gejala bayi lemah,gelisah,
pernafasan dan bunyi jantung lambat serta kedu kaki dingin.
c.
Hipotermi
sekunder
Penurunan
suhu tubuh yang tidak di sebabkan oleh suhu lingkungan yang dingin, tetapi oleh
sebab lain seperti sepsis, syndrome gangguan nafas, penyakit jantung bawaan
yang berat,hipoksia dan hipoglikemi, BBLR. Pengobatan dengan mengobati penyebab
Misalnya: pemberian antibiotika,larutan glukosa, oksigen dan sebagainya.
d.
Cold injuri
Yaitu
hipotermi yang timbul karena terlalu lama dalam ruang dingin(lebih dari 12
jam). Gejala: lemah, tidak mau minum, badan dingin, oligoria , suhu berkisar
sekitar 29,5◦c-35◦c, tidak banyak bergerak, oedema, serta kemerahan pada
tangan, kaki dan muka, seolah-olah dalam keadaan sehat, pengerasan jaringan sub
kutis. Pengobatan : memanaskan secara perlahan-lahan, antibiotika, pemberian
larutan glukosa10% dan kastikastiroid.
·
Aktifitas berkurang
·
Suhu badan dibawah 36,5◦c
·
Lemah
·
Perabaan terhadap tubuhnya teraba dingin
·
Telapak kaki dingin (ini merupakan pertanda bahwa hipoterminya sudah berlngsung lama)
·
Kaki, tangan dan badannya akan mengeras(sklerema)
C.
Etiologi Hipotermi
Penyebab terjadinya hipotermi pada bayi yaitu :
1.
Jaringan lemak subkutan tipis.
2.
Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan besar.
3.
Cadangan glikogen dan brown fat sedikit.
4. Bayi baru
lahir tidak ada respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan.
5.
Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi yang berisiko tinggi
mengalami hipotermia.
6.
Bayi dipisahkan dari ibunya segera mungkin setelah lahir.
7.
Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur.
8.
Tempat melahirkan yang dingin.
9. Bayi
asfiksia, hipoksia, resusitasi yang lama, sepsis,sindrom dengan pernapasan, hipoglikemia
perdarahan intra kranial.
Faktor pencetus hipotermia
menurut Depkes RI,1992 :
1.
Faktor
lingkungan.
2.
Syok.
3.
Infeksi.
4.
Gangguan
endokrin metabolik.
5.
Kurang gizi
6.
Obat-obatan.
7.
Aneka cuaca
D.
Patofisiologi Hipotermi
Sewaktu kulit bayi menjadi dingin, saraf afferen menyampaikan pada sentral
pengatur panas di hipothalamus.
Saraf yang dari hipothalamus sewaktu mencapaib rown fat memacu pelepasan noradrenalin
lokal sehingga trigliseridadioksidasi menjadi gliserol dan asam lemak.Blood gliserol level meningkat, tetapi asam lemak secara
lokal dikonsumsi untuk menghasilkan panas. Daerah brown fat menjadi
panas, kemudian didistribusikan ke beberapa bagian tubuh melalui aliran darah.
Ini menunjukkan bahwa bayi akan
memerlukan oksigen tambahan dan glukosa untuk metabolisme yang digunakan untuk
menjaga tubuh tetap hangat.Methabolicther mogenesis yang efektif memerlukan integritas
dari sistem syaraf sentral,kecukupan darib r
own fat, dan tersedianya
glukosa serta oksigen. Perubahan fisiologis akibat hipotermia yang terjadi pada
sistem syaraf pusat antara lain depresi linier dari metabolisme otak, amnesia, apatis, disartria,
pertimbangan yang terganggu
adaptasi yang salah, EEG yang abnormal, depressi kesadaran yang progresif, dilatasi pupil, dan halusinasi. Dalam keadaan berat dapat terjadi
kehilangan autoregulasi otak, aliran darah otak menurun, koma, refleks okuli yang hilang, dan penurunanyangprogressif dari aktivitas EEG.
Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal
pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak).
Hipotermi merupakan salah satu penyebab tersering dari kematian bayi baru
lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi
apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba
dingin.
E.
Tanda dan
Gejala Hipotermi
a.
Berikut
beberapa gejala bayi terkena hipotermia,yaitu :
1.
Suhu tubuh
bayi turun dari normalnya.
2.
Bayi tidak mau minum atau menetek.
3.
Bayi tampak lesu atau mengantuk saja.
4.
Tubub bayi
teraba dingin.
5.
Dalam
keadaan berat denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh mengeras (sklerema).
6.
Kulit
bayi berwarna merah muda dan terlihat sehat.
7.
Lebih diam dari biasanya.
8.
Hilang
kesadaran.
9.
Pernapasannya
cepat.
10. Denyut nadinya melemah.
11. Gangguan penglihatan.
12. Pupil mata melebar (dilatasi) dan tidak bereaksi.
b.
Berikut
adalah tanda terjadinya hipotermia
Tanda-tanda
hipotermia sedang :
1.
Aktifitas berkurang.
2.
Tangisan lemah.
3.
Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata).
4.
Kemampuan menghisap lemah.
5.
Kaki teraba dingin.
6.
Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin.
c.
Tanda-tanda
hipotermia berat :
1.
Aktifitas berkurang,letargis.
2.
Bibir dan kuku kebiruan.
3.
Pernafasan lambat.
4.
Bunyi jantung lambat.
5.
Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan
asidosis
Metabolik.
6.
Risiko untuk kematian bayi.
d.
Tanda-tanda
stadium lanjut hipotermia :
1.
Muka,ujung kaki dan tangan berwarna merah terang.
2.
Bagian tubuh lainnya pucat.
3.
Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada
punggung,kaki dan tangan(sklerema).
F.
Komplikasi
Hipotermi yang terjadi pada bayi
apabila tidak tertangani dengan tepat akan menyebabkan beberapa gangguan yang
akan menyertai yakni:
1.
Gangguan
sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex mata(seperti mengdip)
2.
Cardiovascular:
penurunan tekanan darah secara berangsur, menghilangnya tekanan darah
sistolik
3.
Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen
4.
Saraf dan
otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya reflex perifer.
G.
Penatalaksanaan
Umum
1. Penanganan hipotermia secara umum untuk bayi
Pengaturan suhu tubuh bayi belumlah
terkendali dengan baik. Bayi bisa kehilangan suhu tubuh secara cepat dan
terkena hipotermi dalam kamar yang dingin. Bayi yang mengalami hipotermi harus
dihangatkan secara bertahap. Berikut beberapa cara penanganan hipotermia untuk
bayi :
a. Hangatkan
bayi secara bertahap. Bawalah ia ke ruangan yang hangat. Bungkuslah tubuhnya
dengan selimut tebal.
b.
Pakaikan topi dan dekaplah si kecil agar ia menjadi hangat oleh panas tubuh
anda.
2. Penanganan hipotermia secara
umum untuk balita
a. Jika
ia mampu melakukannya,minta anak berendam air hangat. Bila warna kulitnya telah
kembali normal,segera keringkan dan bungkus tubuhnya dengan handuk tebal atau
selimut.
b.
Kenakan pakaian tebal dan baringkan anak di tempat tidur. Pakaikan selimut yang
cukup banyak. Tutupi kepalanya dengan topi atau pastikan suhu dalam ruangan
cukup hangat. Temani anak.
c.
Berikan anak minuman hangat dan makanan penuh energi,misalnya cokelat. Jangan
tinggalkan anak sendirian,kecuali anda yakin warna kulit dan suhu tubuhnya
telah kembali normal.
3.
Dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
a. Jangan menempelkan
sumber panas langsung,seperti botol berisi air panas ke kulit anak. Anak harus
menjadi hangat secara bertahap.
b. Jika
anak hilang kesadaran,bukalah saluran udaranya dan periksa pernapasannya. Jika
anak bernapas,baringkan ia pada posisi pemulihan,jika tidak bernapas,mulailah
bantuan pernapasan dan kompresi dada. Telepon Ambulans.
H.
Prinsip Dasar Untuk Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir
1.
Mengeringkan bayi segera setelah lahir
Bayi lahir dengan tubuh basah oleh
air ketuban. Aliran udara melalui jendela/pintu yang terbuka akan mempercepat
terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. Akibatnya
dapat timbul serangan dingin (cold stress) yang merupakan gejala awal
hipotermia. Bayi kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh
karena kontrol suhunya masih belum sempurna. Hal ini menyebabkan gejala awal
hipotermia seringkali tidak terdeteksi oleh ibu atau keluarga bayi atau
penolong persalinan. Untuk mencengah terjadinya serangan dinginadalah sebagai berikut:
a.
setiap bayi lahir harus segera dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih
(sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Mengeringkan tubuh
bayi harus dilakukan dengan cepat.dimulai dari kepala kemudian seluruh tubuh
bayi. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk lain yang kering dan
hangat.
b.
Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut,diberi tepi atau
tutup kepala,kaos tangan dan kaki. Selanjutnya bayi diletakkan telungkup di
atas dada ibu untuk mendapatkan kehangatan dari dekapan ibu.
c. Memberi ASI sedini
mungkin segera setelah melahirkan agar dapat merangsang rooting refleks dan
bayi mendapat kalori.
d.
Mempertahankan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan pada waktu merujuk.
e.
Memberikan penghangatan pada bayi baru lahir secara mandiri.
f.
Melatih semua orang yang terlibat dalam pertolongan persalinan.
g.
Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil. Untuk mencengah terjadinya serangan dingin ibu atau keluarga dan penolong
persalinan harus menunda memandikan bayi
I.
Tindakan Pada Hipotermia Bayi Baru Lahir
Bayi yang mengalami hipotermi
biasanya mudah sekali meninggal. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera
menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui penyinaran lampu.
Cara lain yang sangat sederhana dan
mudah dikerjakan oleh setiap orang adalah menghangatkan bayi melalui panas
tubuh ibu. Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar terjadi kontak kulit
langsung ibu dan bayi. Untuk menjaga bayi tetap hangat,tubuh ibu dan bayi harus
berada di dalam 1 pakaian (merupakan teknologi tepat guna baru) disebut sebagai
metode Kanguru. Sebaiknya ibu menggunakan pakaian longgar berkancing depan.
Bila tubuh
bayi masih dingin,gunakanlah selimut atau kain hangat yang
diseterika terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu.
Lakukanlah berulang kali sampai tubuh bayi hangat.
Biasanya
bayi hipotermia menderita hipoglikemia sehingga bayi harus diberi ASI
sedikit-sedikit sesering mungkin. Bila bayi tidak mengisap beri infus glukosa
10 % sebanyak 60-80 ml/kg per hari.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
bayi hipotermia adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal.adapun suhu
normal pada neonatus adalah 36,5o-37,5oC.
Gejala awal pada hipotermi apabila suhu <36o C atau kedua
kaki dan tangan teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin
maka bayi sudah mengalami hipotermia sedang (suhu 320-36o C).
Disebut hipotermia berat bila suhu <32o C diperlukan
termometer ukuran rendah yang dapat mengukur sampai 25o C.
B. Saran
Dari
dibuatnya makalah ini maka penulis menyarankan kepada pembaca agar kiranya
memahami teori tentang hipotermi pada bayi agar dapat menerapkan pembelajaran
ini pada saat akan praktek di lapangan
DAFTAR PUSTAKA
Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir dengan Hipoterm Sedang Terhadap Bayi. 2009.
Ronaldo.2009.Pertolongan Pertama untuk Bayi dan Anak (terjemahan).
Jakarta (halaman 90-91)
Penanganan Esensial dasar Kegawat-Daruratan Obstetri dan Bayi Baru Lahir. Jakarta (halaman 75-76)
Saifudin,Abdul Bari,George Adriaansz, Gulardi Hanifa Wiknjosastro,DjokoWaspodo.2009.AcuanNasional Pelayanan Kesehatan Maternal
dan Neonatal. Jakarta (halaman372-374).
Wiknjosastro,Gulardi H,George Adriaansz,Omo Abdul Madjid,R.Soerjo
Hardjono,J.M.Seno Adjie.2008.Asuhan Persalinan Normal.Jakarta( Halaman
123-126).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar