Rabu, 20 Mei 2015

MAKALAH HIPOTERMI




ASKEB KEGAWATDARURATAN
HIPOTERMI PADA BAYI




OLEH
MARDIATUL UMMI

KELAS     : II C
NIM           : B 2013018


POLITEKNIK KESEHATAN PROVINSI BENGKULU
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN AJARAN 2015





KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Atas Rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami  dapat menyelesaikan makalah Kegawatdaruratan. Makalah ini dibuat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan judul Hipotermi pada bayi. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada partisipasi yang membantu dalam hal apapun dan mohon maaf apabila banyak kekurangan didalam penyelesaian makalah ini, kritik dan saran para pembaca sangat berarti bagi penulis dalam pembuatan makalah-makalah ataupun tugas-tugas lainnya.


Bengkulu, 24 April  2015


 Penulis



                                                                                 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya.Perubahan kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya. Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju hipotalamus.
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya. Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada ketiga unsur tersebut.
Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi, konduksi, konveksi atau evaporasi.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya. Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju hipotalamus
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya. Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada ketiga unsur tersebut. Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi, konduksi, konveksi atau evaporasi.
B.     Rumusan  Masalah
Adapun masalah yang termuat dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan hipotermi
2.      Menjelaskan apa penyebab terjadinya hipotermi
3.      Menjelaskan apa saja gejala-gejala hipotermi
4.      Menhelaskan bagaimana mekanisme terjadinya hipotermi
5.      Menjelaskan jenis-jenis hipotermi
6.      Menjelaskan cara pencegahan dan pengobatan hipotermi
7.      Mengetahui patofisiologi hipotermi.
C.  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang termuat dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan hipotermi
  2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya hipotermi
  3. Untuk mengetahui gejala-gejala hipotermi
  4. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya hipotermi
  5. Untuk mengetahui jenis-jenis hipotermi
  6. Untuk mengetahui pencegahan dan pengobatan hipotermi
  7. Untuk mengetahui patofisiologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Konsep Dasar Hipotermia
Definisi Hipotermia Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh.
Beberapa definisi hipotermia dari beberapa sumber :
a.       Menurut Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirahardjo (2001),bayi hipotermia adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal.adapun suhu normal pada neonatus adalah  36,5o-37,5oC. Gejala awal pada hipotermi apabila suhu <36o C atau kedua kaki dan tangan  teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah  mengalami hipotermia sedang (suhu 320-36C). Disebut hipotermia berat bila suhu <32o C diperlukan termometer ukuran rendah yang dapat mengukur sampai 25o C.
b.      Menurut Indarso F(2001), disamping sebagai suatu gejala,hipotermia merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian.
c.       Menurut Sandra M.T (1997),hipotermi yaitu suatu kondisi dimana suhu tubuh inti turun sampai dibawah 35o C.
B.      Klasifikasi Hipotermia
a.       Hipotermi spintas.
Yaitu penurunan suhu tubuh1-2◦c sesudah lahir. Suhu tubuh akan menjadi normal kembali setelah bayi berumur 4-8 jam, bila suhu ruang di atur sebaik-baiknya. Hipotermi sepintas ini terdapat pada bayi dengan BBLR, hipoksia, resusitasi lama, ruangan tempat bersalin yang dingin, bila bayi segera di bungkus setelah lahir terlalucepat di mandikan (kurang dari 4 -6 jam sesudah lahir).


b.      Hipotermi akut.
Terjadi bila bayi berada di lingkungan yang dingin selama 6-12 jam, terdapat pada bayi dengan BBLR, diruang tempat bersalin yang dingin, incubator yang cukup panas. Terapinya adalah: segeralah masukan bayi segera kedalam inkubataor yang suhunya sudah menurut kebutuhan bayi dan dalam kaadaan telanjang supaya dapat di awasi secara teliti. Gejala bayi lemah,gelisah, pernafasan dan bunyi jantung lambat serta kedu kaki dingin.
c.        Hipotermi sekunder
Penurunan suhu tubuh yang tidak di sebabkan oleh suhu lingkungan yang dingin, tetapi oleh sebab lain seperti sepsis, syndrome gangguan nafas, penyakit jantung bawaan yang berat,hipoksia dan hipoglikemi, BBLR. Pengobatan dengan mengobati penyebab Misalnya: pemberian antibiotika,larutan glukosa, oksigen dan sebagainya.
d.        Cold injuri
Yaitu hipotermi yang timbul karena terlalu lama dalam ruang dingin(lebih dari 12 jam). Gejala: lemah, tidak mau minum, badan dingin, oligoria , suhu berkisar sekitar 29,5◦c-35◦c, tidak banyak bergerak, oedema, serta kemerahan pada tangan, kaki dan muka, seolah-olah dalam keadaan sehat, pengerasan jaringan sub kutis. Pengobatan : memanaskan secara perlahan-lahan, antibiotika, pemberian larutan glukosa10% dan kastikastiroid.
·         Aktifitas berkurang
·         Suhu badan dibawah 36,5◦c
·         Lemah
·         Perabaan terhadap tubuhnya teraba dingin
·         Telapak kaki dingin (ini merupakan pertanda bahwa  hipoterminya sudah berlngsung lama)
·         Kaki, tangan dan badannya akan mengeras(sklerema)

C.     Etiologi Hipotermi
Penyebab terjadinya hipotermi pada bayi yaitu :
1.      Jaringan lemak subkutan tipis.
2.      Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan besar.
3.      Cadangan glikogen dan brown fat sedikit.
4.      Bayi baru lahir tidak ada respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan.
5.      Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi yang berisiko tinggi mengalami hipotermia.
6.      Bayi dipisahkan dari ibunya segera mungkin setelah lahir.
7.      Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur.
8.      Tempat melahirkan yang dingin.
9.      Bayi asfiksia, hipoksia, resusitasi yang lama, sepsis,sindrom dengan pernapasan, hipoglikemia perdarahan intra kranial.
Faktor pencetus hipotermia menurut Depkes RI,1992 :
1.      Faktor lingkungan.
2.        Syok.
3.      Infeksi. 
4.      Gangguan endokrin metabolik.
5.       Kurang  gizi
6.         Obat-obatan.
7.      Aneka cuaca
D.    Patofisiologi Hipotermi
          Sewaktu kulit bayi menjadi dingin, saraf afferen menyampaikan pada sentral pengatur panas di  hipothalamus. Saraf yang dari hipothalamus sewaktu mencapaib rown fat memacu pelepasan noradrenalin lokal sehingga trigliseridadioksidasi menjadi gliserol dan asam lemak.Blood gliserol  level meningkat, tetapi asam lemak secara lokal dikonsumsi untuk menghasilkan panas. Daerah brown fat menjadi panas, kemudian didistribusikan ke beberapa bagian tubuh melalui aliran darah.
Ini menunjukkan bahwa bayi akan memerlukan oksigen tambahan dan glukosa untuk metabolisme yang digunakan untuk menjaga tubuh tetap hangat.Methabolicther mogenesis yang efektif memerlukan integritas dari sistem syaraf sentral,kecukupan darib r own fat, dan tersedianya glukosa serta oksigen. Perubahan fisiologis akibat hipotermia yang terjadi pada sistem syaraf pusat antara lain depresi linier dari metabolisme otak, amnesia, apatis, disartria, pertimbangan yang terganggu adaptasi yang salah, EEG yang abnormal, depressi kesadaran yang progresif, dilatasi pupil, dan halusinasi. Dalam keadaan berat dapat terjadi kehilangan autoregulasi otak, aliran darah otak menurun, koma, refleks okuli yang hilang, dan penurunanyangprogressif dari aktivitas EEG.
Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak). Hipotermi merupakan salah satu penyebab tersering dari kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.
E.     Tanda dan Gejala Hipotermi
a.       Berikut beberapa gejala bayi terkena hipotermia,yaitu :
1.      Suhu tubuh bayi turun dari normalnya.
2.       Bayi tidak mau minum atau menetek.
3.       Bayi tampak lesu atau mengantuk saja.
4.      Tubub bayi teraba dingin.
5.      Dalam keadaan berat denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh mengeras (sklerema).
6.        Kulit bayi berwarna merah muda dan terlihat sehat.
7.       Lebih diam dari biasanya.
8.        Hilang kesadaran.
9.      Pernapasannya cepat.
10.  Denyut nadinya melemah.
11.  Gangguan penglihatan.
12.    Pupil mata melebar (dilatasi) dan tidak bereaksi.
b.      Berikut adalah tanda terjadinya hipotermia
Tanda-tanda hipotermia sedang :
1.      Aktifitas berkurang.
2.      Tangisan lemah.
3.      Kulit berwarna tidak rata (cutis malviorata).
4.      Kemampuan menghisap lemah.
5.       Kaki teraba dingin.
6.      Jika hipotermia berlanjut akan timbul cidera dingin.
c.       Tanda-tanda hipotermia berat :
1.      Aktifitas berkurang,letargis.
2.      Bibir dan kuku kebiruan.
3.      Pernafasan lambat.
4.      Bunyi jantung lambat.
5.      Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis 
                     Metabolik.
6.      Risiko untuk kematian bayi.
d.      Tanda-tanda stadium lanjut hipotermia :
1.      Muka,ujung kaki dan tangan berwarna merah terang.
2.       Bagian tubuh lainnya pucat.
3.      Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada
                         punggung,kaki dan tangan(sklerema).
F.      Komplikasi
Hipotermi yang terjadi pada bayi apabila tidak tertangani dengan tepat akan menyebabkan beberapa gangguan yang akan menyertai yakni:
1.      Gangguan sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex mata(seperti mengdip)
2.      Cardiovascular: penurunan tekanan darah secara berangsur, menghilangnya tekanan darah sistolik
3.        Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen
4.      Saraf dan otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya reflex perifer.
G.    Penatalaksanaan Umum
1.   Penanganan hipotermia secara umum untuk bayi
     Pengaturan suhu tubuh bayi belumlah terkendali dengan baik. Bayi bisa kehilangan suhu tubuh secara cepat dan terkena hipotermi dalam kamar yang dingin. Bayi yang mengalami hipotermi harus dihangatkan secara bertahap. Berikut beberapa cara penanganan hipotermia untuk bayi :
a.      Hangatkan bayi secara bertahap. Bawalah ia ke ruangan yang hangat. Bungkuslah tubuhnya dengan selimut tebal.
b.    Pakaikan topi dan dekaplah si kecil agar ia menjadi hangat oleh panas tubuh anda.
2. Penanganan hipotermia secara umum untuk balita
a.    Jika ia mampu melakukannya,minta anak berendam air hangat. Bila warna kulitnya telah kembali normal,segera keringkan dan bungkus tubuhnya dengan handuk tebal atau selimut.
b.      Kenakan pakaian tebal dan baringkan anak di tempat tidur. Pakaikan selimut yang cukup banyak. Tutupi kepalanya dengan topi atau pastikan suhu dalam ruangan cukup hangat. Temani anak.
c.       Berikan anak minuman hangat dan makanan penuh energi,misalnya cokelat. Jangan tinggalkan anak sendirian,kecuali anda yakin warna kulit dan suhu tubuhnya telah kembali normal.
3.      Dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
a.   Jangan menempelkan sumber panas langsung,seperti botol berisi air panas ke kulit anak. Anak harus menjadi hangat secara bertahap.
b.    Jika anak hilang kesadaran,bukalah saluran udaranya dan periksa pernapasannya. Jika anak bernapas,baringkan ia pada posisi pemulihan,jika tidak bernapas,mulailah bantuan pernapasan dan kompresi dada. Telepon Ambulans.



H.    Prinsip Dasar Untuk Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir
1.      Mengeringkan bayi segera setelah lahir
Bayi lahir dengan tubuh basah oleh air ketuban. Aliran udara melalui jendela/pintu yang terbuka akan mempercepat terjadinya penguapan dan bayi lebih cepat kehilangan panas tubuh. Akibatnya dapat timbul serangan dingin (cold stress) yang merupakan gejala awal hipotermia. Bayi kedinginan biasanya tidak memperlihatkan gejala menggigil oleh karena kontrol suhunya masih belum sempurna. Hal ini menyebabkan gejala awal hipotermia seringkali tidak terdeteksi oleh ibu atau keluarga bayi atau penolong persalinan. Untuk mencengah terjadinya serangan dinginadalah sebagai berikut:
a.       setiap bayi lahir harus segera dikeringkan dengan handuk yang kering dan bersih (sebaiknya handuk tersebut dihangatkan terlebih dahulu). Mengeringkan tubuh bayi harus dilakukan dengan cepat.dimulai dari kepala kemudian seluruh tubuh bayi. Handuk yang basah harus diganti dengan handuk lain yang kering dan hangat.
b.      Setelah tubuh bayi kering segera dibungkus dengan selimut,diberi tepi atau tutup kepala,kaos tangan dan kaki. Selanjutnya bayi diletakkan telungkup di atas dada ibu untuk mendapatkan kehangatan dari dekapan ibu.
c.  Memberi ASI sedini mungkin segera setelah melahirkan agar dapat merangsang rooting refleks dan bayi mendapat kalori.
d.      Mempertahankan bayi tetap hangat selama dalam perjalanan pada waktu merujuk.
e.       Memberikan penghangatan pada bayi  baru lahir secara mandiri.
f.       Melatih semua orang yang terlibat dalam pertolongan persalinan. 
g.      Menunda memandikan bayi baru lahir sampai suhu tubuh bayi stabil. Untuk mencengah terjadinya serangan dingin ibu atau keluarga dan penolong persalinan harus menunda memandikan bayi


I.       Tindakan Pada Hipotermia Bayi Baru Lahir
Bayi yang mengalami hipotermi biasanya mudah sekali meninggal. Tindakan yang harus dilakukan adalah segera menghangatkan bayi di dalam inkubator atau melalui penyinaran lampu.
Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan oleh setiap orang adalah menghangatkan bayi melalui panas tubuh ibu. Bayi diletakkan telungkup di dada ibu agar terjadi kontak kulit langsung ibu dan bayi. Untuk menjaga bayi tetap hangat,tubuh ibu dan bayi harus berada di dalam 1 pakaian (merupakan teknologi tepat guna baru) disebut sebagai metode Kanguru. Sebaiknya ibu menggunakan pakaian longgar berkancing depan.
Bila tubuh bayi masih dingin,gunakanlah selimut atau kain hangat  yang diseterika terlebih dahulu yang digunakan untuk menutupi tubuh bayi dan ibu. Lakukanlah berulang kali sampai tubuh bayi hangat.
Biasanya bayi hipotermia menderita hipoglikemia sehingga bayi harus diberi ASI sedikit-sedikit sesering mungkin. Bila bayi tidak mengisap beri infus glukosa 10 % sebanyak 60-80 ml/kg per hari.


BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
bayi hipotermia adalah bayi dengan suhu badan dibawah normal.adapun suhu normal pada neonatus adalah  36,5o-37,5oC. Gejala awal pada hipotermi apabila suhu <36o C atau kedua kaki dan tangan  teraba dingin. Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah  mengalami hipotermia sedang (suhu 320-36C). Disebut hipotermia berat bila suhu <32o C diperlukan termometer ukuran rendah yang dapat mengukur sampai 25o C.
B.     Saran
Dari dibuatnya makalah ini maka penulis menyarankan kepada pembaca agar kiranya memahami teori tentang hipotermi pada bayi agar dapat menerapkan pembelajaran ini pada saat akan praktek di lapangan

DAFTAR PUSTAKA

Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir dengan Hipoterm Sedang Terhadap Bayi. 2009.
Ronaldo.2009.Pertolongan Pertama untuk Bayi dan Anak (terjemahan). Jakarta (halaman 90-91)
Penanganan Esensial dasar Kegawat-Daruratan Obstetri dan Bayi Baru Lahir. Jakarta (halaman 75-76)
Saifudin,Abdul Bari,George Adriaansz, Gulardi Hanifa Wiknjosastro,DjokoWaspodo.2009.AcuanNasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta    (halaman372-374).
Wiknjosastro,Gulardi H,George Adriaansz,Omo Abdul Madjid,R.Soerjo Hardjono,J.M.Seno Adjie.2008.Asuhan Persalinan Normal.Jakarta( Halaman 123-126).













Tidak ada komentar:

Posting Komentar