Kamis, 21 Mei 2015

PERAWATAN METODE KANGURU UNTUK BAYI BARU LAHIR RENDAH



PERAWATAN METODE KANGURU UNTUK BAYI BARU LAHIR RENDAH
A.     Pengertian
salah satu cara untuk mengurangi kesakitan dan kematian BBLR adalah dengan Perawatan Metode Kanguru ( PMK ) atau perawatan bayi lekat yang ditemukan sejak tahun 1983. PMK adalah perawatan bayi baru lahir dengan melekatkan bayi di dada ibu ( kontak kulit bayi dan kulit ibu ) sehingga suhu tubuh bayi tetap hangat. Perawatan metode ini sangat menguntungkan terutama unuk bayi baru lahir rendah.
Gambar Metode Kanguru








            Syarat PMK adalah bayi berat lahir rendah yang stabil ( sudah bernafas spontan dan tidak memiliki masalah kesehatan serius ). Tanda tanda bayi berat lahir rendah (BBLR) yang memerlukan PMK adalah sebagai berikut :
1.      Tubuh bayi dingin ( suhu badan dibawah 36,5 º Celcius ).
2.      Bayi menjadi gelisah, mudah terangsang, lesu dan tidak sadarkan diri, demam ( suhu ubuh diatas 37,5 º Celcius ).
3.      Bayi malas menyusu, tidak minum dengan baik, muntah muntah.
4.      Bayi kejang.
5.      Mengalami kesulitan bernafas, yaitu napas cepat ( lebih dari 60 kali per menit dan mengalami berhenti bernafas selama 20 detik.
6.      Diare atau mencret.
7.      Kulit tampak kuning atau biru, terutama pada mulut / bibir bayi.
8.      Menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.


B.     Keuntungan dan Manfaat PMK
Keuntungan dan manfaat PMK adalah suhu tubuh bayi tetap normal, mempercepat pengeluaran air susu ibu ( ASI ) dan meningkatkan keberhasilan menyusui, perlindungan bayi dari infeksi, berat badan bayi cepat naik, stimulasi dini, kasih sayang, mengurangi biaya rumah sakit karena waktu perawatan yang pendek, tidak memerlukan inkubator dan efisiensi tenaga kesehatan.

C.     Perawatan Metode Kanguru
Perawatan Metode Kanguru dibagi menjadi dua :
1.      PMK intermiten, yaitu PMK dengan jangka waktu yang pendek ( Perlekatan lebih dari satu jam per hari ) dilakukan saat ibu berkunjung. PMK ini diperuntukkan bagi bayi dalam proses penyembuhan yang masih memerlukan pengobatan medis ( infus, oksigen ). Tujuan PMK intermiten adalah untuk perlindungan bayi dari infeksi.
2.      PMK kontinu, yaitu PMK dengan jangka waktu yang lebih lama dari pada PMK intermiten. Pada metode ini perawatan bayi dilakukan selama 24 jam sehari.

D.    Tahap Tahap PMK
Tahap Tahap PMK adalah sebagai berikut :
1.      Cuci tangan, keringkan dan gunakan gel hand rub.
2.      Ukur suhu bayi dengan termometer.
3.      Pakaikan baju kanguru pada ibu.
4.      Bayi dimasukkan dalam posisi kanguru, menggunakan topi, popok dan kaus kaki yang telah dihangatkan lebih dahulu.
5.      Letakkan bayi di dada ibu, dengan posisi tegak langsung ke kulit ibu dan pastikan kepala bayi sudah terfiksasi pada dada ibu. Posisika bayi dengan siku dan tungkai siku dan tungkai tertekuk, kepala dan dada bayi terletak di dada ibu dengan kepal agak sedikit mendongak.
6.      Dapat pula ibu memakai baju dengan ukuran besar, dan bayi diletakkan di antara payudara ibu, baju ditangkupkan, kemudian ibu memakai selendang yang dililitkan di perut ibu agar bayi tidak jatuh.
7.      Setelah posisi bayi baik, baju kanguru diikat untuk menyangga bayi. Selanjutnya ibu bayi dapat beraktifitas seperti biasa sambil membawa ayinya dalam posisi tegak lurus di dada ibu ( skin to skin contact) seperti kanguru.
MAKANAN BAYI BBLR
A.     AIR SUSU IBU
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi, begitupun bagi bayi dengan BBLR. Bayi bayi kecil biasanya belum mampu mengisap dengan baik karena itu pemberian minumnya berupa ASI atau susu formula khusus untuk BBLR bila ASI ibu belum keluar dilakukan melalui pipa lambung dan diberikan secara bertahap sampai jumlah kebutuhannya terpenuhi. Yang perlu diperhatikan tentang aktivitas menyusui pada kasus kasus bayi yang lahir prematur ataupun yang memiliki berat badan yang rendah adalah kondisi si bayi tersebut, apakah harus dipisahkan terlebih dahulu oleh ibunya atau tidak.
Bila harus dipisahkan, maka faktor yang penting agar proses menyusui tersebut berjalan dengan sukses, maka perlu peran kolaborasi antara tim perawatan neonatal dengan ibu si bayi itu sendiri, yaitu dengan melalui proses manajemen laktasi.
Ada beberapa manajemen yang perlu dilakukan dalam kondisi pisahnya antara ibu dan anak, dan ini harus dilakukan bahkan saat sebelum si ibu melahirkan. Ibu diharapkan memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara memompa ASI yang dilakukan sekitar setiap tiga jam sekali selama 7-5-3 menit dalam posisi bergantian, tiap tetes ASI harus dibawa ke intesive station, kontak kulit antara si ibu dan anak melalui model kanguru, tidak diperbolehkannya penggunaan pting buatan, dan lain lain.
Yang harus dicegah pada pemberian minum pada bayi BBLR adalah kelelahan, regurgitasi, dan aspirasi. Biasanya keadaan tersebut dapat dicegah bila pemberian minum dilakukan oleh perawatan yang sudah terlatih dan berpengalaman. Makanan melalui mulut harus dihentikan pada bayi dnegan gawat nafas, hipoksia, sirkulasi yang tidak memuaskan, sekresi yang berlebihan, sepsis, depresi susunan saraf pusat, imaturitas atau bayi dengan tanda penyakit berat. Bayi dengan kondisi demikian memerlukan pengobatan parental untuk mendapatkan kalori, cairan dan elektrolit.
Perubahan minum dengan botol atau ASI dilakukan secara bertahap, selanjutnya diberikan sepenuhnya susu botol atau ASI bila bayi cukup kuat mengisap dan tidak tampak lelah. Pemberian makanan melalui pipa ke lambung hanya dianjurkan pada bayi BBLR bila kebutuhan kalori melalui botol / ASI tidak terpenuhi karena daya isap lemah, tidak ada koordinasi antara mengisap dengan menelan, dan lambatnya pengosongan lambung. Komplikasi pemberian makanan dengan pipa ke  lambung adalah perforasi usus.
B.     MAKANAN PERTAMA
Prinsip utama pemberian makanan pada bayi premature adalah sedikit demi sedikit, secara perlahan dan hati hati. Pemberian makanan ini berupa glukosa, ASI atau PASI akan mengurangi risiko hipoglikemia, dehidrasi dan hiperbilirubunemia. Bayi dengan sindrom gawat nafas atau penyakit berat lainnya harus mendapatkan kalori dari pemberian makanan, elektrolit dan cairan melalui pembuluh darah karena pada keadaan demikian makanan melalui pembuluh darah karena pada keadaan demikian makanan melalui mulut memudahkan terjadinya aspirasi. Bayi yang daya isapnya kuat dan tanpa sakit berat dapat dicoba minum melalui mulut. Umumnya bayi dengan BB kurang dari 1500 gram dan kebanyakan juga lebih besar memerlukan minum pertama dengan pipa lambung karena belum adanya koordinasi antara gerakan menghisap dan menelan.
Sistem enzim penceranaan bayi dengan gestasi lebih dari 28 minggu sudah cukup matur untuk mencernakan dan mengabsorbsi protein dan karbohidrat. Lemak kurang dapat diabsorbsi karena kurangnya  garam empedu. Lemak dari ASI dan lemak tidak jenuh lebih mudah diabsorbsi dibandingkan dengan lemak susu sapi. Kenaikan barat badan bayi yang berat lahirnya kurang dari 2100 gram harus cukup baik bila diberikan ASI.
Susu formula dengan kadar protein tinggi dapat meyebabkan :
a.       Aminogram plasma yang tidak normal.
b.      Konsentrasi nitrogen urea, amnomia, dan natrium dalam darah meningkat.
c.       Asidosis metabolic ( formula susu sapi )
d.      Perkembangan saraf yang tidak baik.
Walaupun jumlah susu formula telah cukup mengandung semua vitamin yang diperlukan untuk pertumbuhan, akan tetapi volume susu yang cukup untuk memenuhi kebetuhan belum tentu dapat memenuhi kebutuhan vitamin dalam bebarapa minggu. Oleh sebab itu bayi BBLR harus diberi tambahan vitamin. Selain itu beberapa bayi memerlukan jenis vitamin ertentu dan sebagian  metabolism fenilalanin atau tirosin memerlukan vitamin C.
C.     PEMBERIAN MINUMAN BAGI BBLR
Pemberian minum bagi bayi berat lahir rendah ( BBLR ) MENURUT berat badan lahir dan keadaan bayi adalah sebagai berikut :
a.       Berat lahir 1750 – 2500 gram.
1.      Bayi sehat.
(a)    Biarkan bayi menyusu pada ibu semau bayi. Ingat bahwa bayi kecil lebih mudah merasa letih dan malas minum, ajurkan bayi menyusu lebih sering ( contoh setiap 2 jam ) bila perlu.
(b)   Pantau pemberian minum dan kenaikan berat badan untuk menilai efektifitas menyusui. Apabila bayi  kurang dapat menghisap, tambahkan ASI peras dengan menggunakan salah satu alternatif cara pemberian minum.
2.      Bayi sakit
(a)    Apabila bayi dapat minum per oral dan tidak memerlukan cairan intravena ( IV ), berikan minum seperti pada bayi sehat.
(b)   Berikan cairan intravena hanya selama 24 jam pertama.
(c)    Mulai diberikan minum per oral pada hari ke 2 atau segera setelah bayi stabil. Anjurkan pemberian ASI apabila ibu ada dan bayi menunjukkan tanda tanda siap untuk menyusu.
b.      Berat lahir 1500 – 1749 gram
1.      Bayi sehat
(a)    Berikan ASI peras dengan cangkir / sendok. Bila jumlah yang dibutuhkan tidak dapat berikan menggunakan cangkir / sendok atau ada resiko terjadi aspirasi ke dalam paru ( batuk atau tersedak ), berikan minum dengan pipa lambung.
(b)   Berikan minum 8 kali dalam 24 jam ( misal setiap 3 jam ).
(c)    Apabila bayi telah mendapatkan minum baik menggunakan cangkir / sendok, coba untuk menyusui langsung.
2.      Bayi sakit
1.      Berikan cairan intravena hanya 24 jam pertama.
2.      Berikan ASI peras dengan pipa lambung mulai dari hari ke 2 dan kurangi jumlah cairan IV secara perlahan.
3.      Berikan minum 8 kali dalam 24 jam.
4.      Lanjutkan pemberian minum menggunakan cangkir / sendok apabila kondisi bayi sudah stabil dan bayi dapat menelan tanpa batuk atau tersedak.
5.      Apabila bayi telah mendapatkan minum baik menggunakan cangkir / sendok, coba untuk menyusui langsung.
c.       Berat lahir 1250 – 1499 gram
1.      Bayi sehat
(a)    Beri ASI peras melalui pipa lambung.
(b)   Beri minum 8 kali dalam 24 jam.
(c)    Lanjutkan pemberian minum menggunakan cngkir / sendok.
(d)   Apabila bayi telah mendapatkan minum baik menggunakan cangkir / sendok, coba untuk menyusui langsung.
2.      Bayi sakit
(a)    Bari cairan IV hanya 24 jam pertama
(b)   Beri ASI peras dengan pipa lambung mulai hari ke 2 dan kurangi jumah cairan IV secara perlahan..
(c)    Berikan minum 8 kali dalam 24 jam.
(d)   Lanjutkan pemberian minum menggunakan cangkir / sendok apabila kondisi bayi sudah stabil dan bayi dapat meelan tanpa batuk atau tersedak.
(e)    Apabila bayi telah mendapatkan minum baik menggunakan sendok / cangkir, coba ntuk menyusui langsung.







PENCEGAHAN BBLR
Menurut Pantiawati ( 2010 ), pada kasus BBLR pecegahan / preventif adala langkah yang penting :
1.      Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun waktu kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga beresiko, turatama faktor resiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu.
2.      Penyuluhan kesehatan tentang pertumbhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda bahaya selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik.
3.      Hendaknya ibu dpaat merencanakan persalinnya pada umur reproduksi sehat ( 20 – 35 Tahun ).
Perlu dukungan sektor lain terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu da status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil.








TIPS PERAWATAN BAYI BBLR BAGI AYAH DAN IBU
Sebagian besar orang tua seringkali merasa belum siap menghadapi kelahiran prematur pada bayi mereka. Sehingga mereka perlu diberikan pengarahan serta pendidikan kesehatan manakala merawat bayi mereka yang lahir prematur. Anyak keadaan yang membuat para orang tua merasa stress ketika harus menghadapi kelahiran ini. Disamping itu karena kurangnya pengetahuan mereka tentang bagaimana cara merawat bayi pematur, sehingga yang sering terjadi mereka berusaha untuk beradaptasi dan mengikuti apa yang dilakukan oleh tim medis yang ikut membantu merawat bayi mereka selama di rumah sakit. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui dan dilakukan oleh para orang tua dalam merawat bayi prematur mareka :
a.       Pekerjaan baby sitter profesional jika anda membutuhkan bantuan merawat bayi dirumah – khususnya jika anda masih harus membawa pulang alat alat medis.
b.      Buatlah rumah lebih hangat, kira kira 22,2 º Celcius selama minggu minggu pertama bayi dirumah. Mekanisme pengaturan suhu tubuh bayi prematur biasanya mulai berfungsi saat mereka pulang kerumah, tetapi kemungkinan mereka mengalami kesulitan mempertahankan kenyamanan.
c.       Guankan popok khusus bayi prematur.
d.      Sterilkan perlengkapan makannya, khususnya jika ia peka terhadap infeksi. Rebus dulu mangkk dan sendok untuk ASI perahnya.
e.       Sering memberi makan bayi, meski anda harus menghabiskan waktu untuk menyusuinya.
f.        Lakukan pemberian ASI ekslusif.
g.       Meski membutuhkan perawatan ekstra, tetaplah perlakukan bayi seperti bayi normal dalam hal pemberian rangsangan bagi indera, motorik, dan perkembangan psikososialnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar