ASUHAN KEBIDANAN MASA
KEHAMILAN
TANDA TANDA BAHAYA
KEHAMILAN NYERI PERUT YANG HEBAT DAN BENGKAK PADA WAJAH DAN TANGAN
OLEH
MARDIATUL UMMI
KELAS : II C
POLITEKNIK
KESEHATAN PROVINSI BENGKULU
JURUSAN
KEBIDANAN
TAHUN
AJARAN 2014/2015
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan
puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Atas Rahmat
dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah Asuhan Kebidanan Masa Kehamilan. Makalah
ini dibuat untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dengan judul Nyeri perut
yang hebat dan bengkak pada muka dan tangan. Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada
partisipasi yang membantu dalam hal apapun dan mohon maaf apabila banyak
kekurangan didalam penyelesaian makalah ini, kritik dan saran para pembaca
sangat berarti bagi penulis dalam pembuatan makalah-makalah ataupun tugas-tugas
lainnya.
Bengkulu,
2015
i
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah....................................................................................... 2
C.
Tujuan
Penulisan......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Tanda tanda bahaya................................................................ 3
B.
Macam
macam Tanda bahaya Kehamilan................................................ 3
a.
Nyeri
Perut yang hebat.......................................................................... 3
b.
Bengkak
pada Muka dan Tangan........................................................ 6
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan................................................................................................... 9
B.
Saran............................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu
dan bayi dalam keadaan bahaya. Kehamilan merupakan hal yang fisiologis. Namun kehamilan yang normal dapat berubah menjadi patologi.
Salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko ini yaitu melakukan
pendeteksian dini adanya komplikasi/ penyakit yang mungkin terjadi selama hamil muda.
Kematian janin dalam
rahim (IUFD) adalah kematian janin setelah 20 minggu kehamilan tetapi sebelum
permulaan persalinan. Ini menyebabkan komplikasi pada sekitar 1 % kehamilan.
Penyebab yang berakitan antara lain komplikasi plasenta dan tali pusat,
penyakit hipertensi, komplikasi medis, anomali bawaan,infeksi dalam rahim dan
lain-lain.
Kematian
janin harus dicurigai bila ibu hamil mengeluh tidak terasa gerakan janin, perut
terasa mengecil, dan payudara mengecil. Selain itu dari hasil pemeriksaan DJJ
tidak terdengar sementara uji kehamilan masih tetap positif karena plasenta
dapat terus menghasilkan hCG.
Bahaya yang dapat terjadi
pada ibu dengan kematian janin dalam rahim yaitu janin mati terlalu lama
dalam menimbulkan gangguan pada ibu. Bahaya yang terjadi berupa gangguan
pembekuan darah, disebabkan oleh zat-zat berasal dari jaringan mati yang masuk
ke dalam darah ibu.
Sekitar 80% pasien akan
mengalami permulaan persalinan yang spontan dalam 2 sampai 3 minggu kematian
janin. Namun apabila wanita gagal bersalin secara spontan akian dilakukan
induksi persalinan.
B. Tujuan
a.
Apa yang dimaksud dengan
tanda bahaya pada masa kehamilan?
b.
Bagaimana penjelasan
mengenai Tanda bahaya pada Nyeri perut yang hebat dan penatalkasanaan nya ?
c.
Bagaimana penjelasan
mengenai tanda bahaya pada Bengkak wajah dan tangan dan penatalaksanaan nya ?
C. Manfaat
1. Bagi mahasiswa
Makalah ini diarapkan dapat
menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa, sehingga dapat
mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan
2. Bagi petugas
kesehatan
Makalah ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan
asuhan kebidanan
BAB II
PEMBAHASAN
Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang
memiliki suatu tanda bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya
penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007)
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi
pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya.Tanda-tanda bahaya
ini dapat terjadi pada awal kehamilan Sedangkan menurut uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah
gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.
B.
Macam
Tanda Bahaya Kehamilan
A.
NYERI
PERUT YANG HEBAT
Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan
persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan
masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap, dan tidak
hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti appendiksitis, kehamilan
ektopik, aborsi, penyakit radang pelvis, persalinan preterm, gastritis,
penyakit kantong empedu, iritasi uterus, solutio placenta, infeksi saluran
kemih atau infeksi lainnya
a.
Pengertian nyeri perut
Nyeri perut merupakan
keluhan nyeri pada daerah perut. Nyeri memiliki dampak yang signifikan dalam
kualitas hidup wanita, mengakibatkan keletihan, ketegangan atau depresi. Nyeri
perut pada kehamilan kurang dari 22 minggu mungkin merupakan gejala utama
kehamilan ektopik atau abortus.
b.
Deteksi dini
-
Tanyakan pada Ibu tentang karakteristik dari nyeri, kapan terjadi, seberapa
hebat, kapan mulai dirasakan.
-
Pada Ibu apakah ia mempunyai tanda atau gejala lain seperti muntah, diare dan
demam.
-
Pemeriksaan
·
Ukur TD, suhu dan nadi.
Lakukan pemeriksaan eksternal (luar), pemeriksaan internal (dalam), raba
kelembutan abdomen atau rebound tenderness (kelembutan yang berulang)
Periksa protein urine.
Lakukan pemeriksaan eksternal (luar), pemeriksaan internal (dalam), raba
kelembutan abdomen atau rebound tenderness (kelembutan yang berulang)
Periksa protein urine.
c. Komplikasi
Komplikasi yang dapat
timbul pada nyeri perut hebat antara lain :
o
Kehamilan ektopik
Kehamilan ektopik
adalah kehamilan
abnormal yang terjadi di luar rongga rahim, janin tidak dapat bertahan hidup
dan sering tidak berkembang sama sekali. Kehamilan ektopik
disebut juga ectopic
pregnancy, ectopic
gestation, eccecyesis. Kehamilan ektopik
merupakan penyebab kematian ibu
pada umur kehamilan
trimester pertama. Frekuensi kejadian kehamilan ektopik
berkisar 1: 14,6 % dari seluruh kehamilan.
o
Pre eklamsia
Kondisi ibu yang disebabkan oleh kehamilan disebut dengan
keracunan kehamilan, dengan tanda -tanda oedeme (pembengkakan) terutama tampak
pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi, dan terdapat proteinuria pada pemeriksaan urine
dari laboratorium (Rochjati, 2003). Kematian karena eklampsia meningkat dengan
tajam dibandingkan pada tingkat pre-eklampsia berat
o
Persalinan premature
Persalinan Prematur adalah
persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Persalinan
prematur bisa merupakan suatu proses normal yang dimulai terlalu dini atau
dipicu oleh keadaan tertentu, seperti infeksi rahim atau infeksi cairan
ketuban. Sebagian besar kasus persalinan prematur penyebabnya tidak diketahui
secara pasti.
o
Solusio plasenta
Solusio
Plasenta Adalah
suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari pelekatannya
sebelum janin lahir, terjadi pada umur kehamilan diatas 22 minggu atau berat
janin 500 gram. Tanda dan gejalanya adalah uterus seperti papan, nyeri abdomen
yang hebat dan tidak dapat tertahankan, nyeri punggung, kolik, kontraksi
hipertonik, nyeri tekan pada uterus, DJJ dapat normal/ tidak normal, gerakan
janin tidak stabil, perdarahan tersembunyi dan syok. Penanganannya adalah atasi
syok dan anemia, tindakan operatif (SC atau partus pervaginam).
o
Abortus
Abortus adalah penghentian atau pengeluaran hasil konsepsi pada kehamilan 16 minggu atau sebelum plasenta selesai.
o
Rupture uteri imminens
Perdarahan dapat terjadi
intraabdominal atau melalui vagina kecuali jika kepala janin menutupi rongga
panggul. Perdarahan dari ruktura uteri pada ligamentum latum tidak akan
menyebabkan perdarahan intraabdominal.
d. Penangan umum
a.
Lakukan segera pemeriksaan
umum meliputi tanda vital (nadi, tensi, respirasi, suhu)
b.
Jika dicurigai syok, mulai
pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas, waspada dan evaluasi ketat karena
keadaan dapat memburuk dengan cepat.
c.
Jika ada syok segera terapi
dengan baik.
Tanda Bahaya Trimester II
Trimester II adalah usia kehamilan 4 - 6 bulan atau kehamilan berusia
13-28 minggu.
B.
Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan dapat
diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan dan
muka.Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan biasa,
sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia. Hampir
separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya
hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang mengkhawatirkan
ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas.
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang
biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau
meletakkan kaki lebih tinggi. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius
jika muncul pada muka dan tangan tidak hilang setelah beristirahat dan diikuti
dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan pertanda anemia, gagal
jantung atau pre eklamsia.Sistem kerja ginjal yang tidak optimal pada wanita
hamil mempengaruhi system kerja tubuh sehingga menghasilkan kelebihan
cairan.Ini dapat terlihat setelah kelahiran, ketika pergelangan kaki yang
bengkak secara temporer semakin parah. Ini dikarenakan jaringan tambahan yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan
tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang setelah sebelumnya diproses oleh ginjal
menjadi urin. Oleh karena ginjal belum mampu bekerja secara optimal, kelebihan
cairan yang menempuk dihasilkan disekitar pembuluh darah hingga ginjal mampu
memprosesnya lebih lanjut
Terkadang bengkak membuat kulit di kaki di bagian bawah meregang, terlihat
mengkilat, tegang dan sangat tidak nyaman.
Kram kaki sering terjadi di malam hari ketika tidur. Kram dihubungankan dengan
kadar garam dalam tubuh dan perubahan sirkulasi. Pengobatan cina menganggap
kram ada hubungannya dengan kekurangan energi pada darah dan ginjal.
a.
Penanganan
Umum
·
Istirahat
cukup
·
Mengatur
diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan
mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak
·
Kalau
keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan mempertimbangkan untuk segera
melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan bayi. (Hendrayani, 2009:3)
b.
Komplikasi
Kondisi ibu disebabkan oleh kehamilan disebut dengan
keracunan kehamilan dengan tanda tanda oedema (pembengkakan) terutama tampak
pada tungkai dan muka, tekanan darah tinggi dan dalam air seni terdapat zat
putih telur pada pemeriksaan urin dan laboratorium. (Rochjati, 2003:2)
Keluar
Air Ketuban Sebelum Waktunya
Keluarnya
cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu, ketuban dinyatakan
pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan berlangsung. Pecahnya selaput
ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm sebelum kehamilan 37 minggu maupun
kehamilan aterm.
Penanganan
Umum
a)
Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
b)
Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai cairan yang
keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
c)
Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan
lakukan, pemeriksaan dalam secara digital.
d)
Mengobservasi tidak ada infeksi
e)
Mengobservasi tanda tanda inpartu (Saifuddin, 2002: 112)
Komplikasi
a)
Perdarahan pervaginam dengan nyeri perut, pikirkan solusio plasenta
b)
Tanda tanda infeksi (demam, cairan vagina berbau)
c) Jika terdapat his dan darah
lendir, kemungkinan terjadi persalinan preterm (Saifuddin, 2002: 11)
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Tiap masa kehamilan pada ibu hamil memiliki tanda bahaya
kehamilan yang berbeda antara trimester I, II, dan III. Tiap tiap tanda bahaya
kehamilan dapat menyebabkan komplikasi yang sangat berpengaruh terhadap
kesehatan kehamilan.
B. Saran
Selalu makan makanan yang mengandung
gizi seimbang agar kebutuhan nutrisi ibu hamil dan janin dapat terpenuh. Lakukan
pemeriksaan secara rutin dan berkala agar kesehatan ibu hamil dan janin dapat
terpantau. Segera periksakan kesehatan kandungan jika terjadi salah satu atau
lebih dari gejala tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi.
DAFTAR
PUSTAKA
Bari,
Abdul S dkk 2006.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
Manuaba.1998.Ilmu
Kebidanan Penyakit Kandungan & Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan,
Jakarta : EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar